Tampilkan postingan dengan label puisi. 2012. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. 2012. Tampilkan semua postingan

12 November, 2012

untuk karang, untuk layang-layang

saya memilih untuk menjadi daun kering daripada harus berjarak denganmu
dan bagi saya lebih baik tenggelam dalam sunyi daripada harus bermimpi

untuk karang, apa kabarmu di samudra
saya melihat lagi ke langit, betapa tinggi layang-layang itu
tenang, sebentar lagi talinya akan kutarik dan kupegang sehingga saya bisa mendekap layang-layang itu

menjadi daun yang kering
tenggelam dalam sunyi

04 November, 2012

yang sederhana

aku meminta pada Tuhan untuk memberikan aku yang sederhana saja
yang sederhana saja ya Tuhan.....hanya yang sederhana

dan Tuhan memberikanku karang......

16 Oktober, 2012

di simpang malam


kemarin, Pencerita datang lagi, setelah sekian lama kami tak saling bercerita
dia bertanya apa kabarku? dan aku menjawab tidak ada yang berubah...masih sama, tetap berdiri
dia lalu memintaku datang besok di simpang malam, di tempat yang penuh oleh punggung-punggung yang kita kenal, dan hanya di simpang malam itu kami dapat bertemu

kemarin dia memintaku datang, kemarin itu berarti malam ini

tunggu aku akan datang dan menikmati tajamnya matamu....

dan aku pun datang menemuinya, diantara punggung-punggung yang kami kenal, diantara jabat tangan erat, diantara bising suara kami beradu pandang.....gelap menutupinya, dan semoga tidak ada yang liat kilat rindu diantara peraduan kami...

di simpang malam,
sang pencerita datang menghampiri dan kami pun berpisah kembali kejalan...kembali kekesepian...

15 September, 2012

mimpi itu...

bagaimana aku menampung kehadirannya yang selalu datang tiba-tiba?
sudah tak cukup ruang bagi "mimpi"
semua sudah penuh...

barang mana lagi yang harus aku buang?
tidak "mimpi" tak boleh bersemayam disitu, terlalu gelap
tidak juga disitu...jangan disitu lembap


aaahhh...

terlalu banyak mimpi yang hadir dan satu-persatu terbang membumbung di langit
serupa balon warna-warni

22 Agustus, 2012

rindu ini aku titip

pada angin, rindu ini aku titip pada angin malam

"untuk lelakiku, rebahlah dalam peluk bumi, dekaplah sunyi malam, lelaplah dalam buainya...dan aku akan bertemu dengan di ujung mimpi, lalu kita akan mencumbui waktu yang berjeda.."

untuk lelakiku, Jogja 22 Agustus 2012