Tampilkan postingan dengan label ung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ung. Tampilkan semua postingan

17 Oktober, 2013

catatan untuk yang menanti hujan

ada hal-hal yang tidak bisa saya ucapkan secara verbal, hanya mampir di ujung lidah tak mampu tuk mengucap....

jika saya tak lagi berjumpa hari, hal yang ingin sekali saya utarakan adalah...Terimakasih....

atas waktu
atas hadirmu
atas harimu

karena di ujung perpisahan hal yang tak terucap adalah terimakasih....

jika saya tak lagi bertemu hari, mungkin saya akan bersembunyi di hujan dengan harap berjumpa denganmu...dengan kamu yang selalu menanti hujan.

31 Desember, 2012

jalan berlubang

banyak lubang di jalan, dan saya harus menghindari jalan berlubang itu....
banyak lubang di jalan lubang yang menganga dan digenangi air curahan hujan semalam....

kehilangan itu seperti lubang di jalan sunyi; ada kenangan yang menggenang

saya selalu melewati jalan berlubang itu, sama ketika saya selalu terdiam didepan genangan kenangan


29 Desember, 2012

untuk kamu


hujan pun reda, lalu saya pun menjelma menjadi purnama hanya untuk melihatmu dari kejauhan...aaahh jarak....

tanyakan saja "sampai kapan aku mampu mencintaimu?" 
dengarlah baik-baik jawabku, "sampai besok!" 
dan jawaban itu akan saya ulang disetiap pergantian hari...setiap hari....

16 Desember, 2012

langit yang merindu bumi

langit yang berjarak dengan bumi, 
seperti langit yang merindu bumi, maka hujan pun turun sebagai sapaan...dan rindu itu pun mengalir mengisi tanah retak...
 dan langit, hanya rindu pada bumi.....

untuk karang, 

23 November, 2012

belum selesai....

saya pernah berkata.....
"kamu adalah puisi yang belum selesai, saya akan mengumpulkan semua kata untuk merangkumnya menjadi dirimu yang utuh..menjadi sebuah puisi KAMU"

dan kita, belum selesai....
saya kehilangan KITA...aahh bukan saya tidak kehilangan KITA....hanya saja saya dan kamu berdiri disebuah koma...jadi setelah ada koma maka akan ada jeda-spasi itu yang disebut....

belum selesai,
saya tidak akan menaruh titik di akhir kalimat...sudah saya curi dari tanda baca dan saya buang....
meski titik datang lagi, toh saya bisa pindah ke paragraf selanjutnya...

jadi belum selesai...KITA masih belum selesai.....

05 November, 2012

ruangan......

entah harus dimulai darimana membersihkan kekacauan kemarin
badai datang menghantam pondokku, aku pikir semua akan baik-baik saja ternyata badai terlalu tangguh untuk dilawan...

harus dimulai darimana membersihkan ruangan ini?
mereka berkata "mulailah dari tempat tidurmu agar kau bisa terlelap dengan nyenyak"

bagaimana bisa aku memulai merapikan tempat tidur, disitu terlalu banyak cerita,  cerita yang aku bisikkan saat kata tak mampu menjangkaunya, dan aku belum ingin ceritanya selesai

mereka lalu berkata lagi "temboknya harus kau cat lagi agar ruangan ini bisa bersinar lagi"

aku lalu melihat tembok-temboknya, memang retak, dan catnya terkelupas, tapi ditembok itu ada coretan-coretan lukisan yang aku buat dengan bisik harap yang tak pernah sampai padanya...dan saya melukisnya berharap bisa sampai padanya kelak "aku tidak ingin mengganti catnya..." kataku

"mulailah dari lantainya kalau begitu" kata mereka dengan nada putus asa

lantainya, dilantai itu ada jejak-jejak waktu yang aku habiskan menantinya, ada bekas-bekas tapak kaki saat aku gelisah saat tak bisa menjangkaunya, ada bekas loncatan saat dia mengirim tanda bahwa kita akan baik-baik saja.
bagaimana bisa aku mengganti lantainya, terlalu banyak yang terukir dan butuh waktu untuk menggantinya...

"aku tidak bisa menemukan lantai pengganti yang cocok untuk ruangan ini" kataku

.....aku hanya tidak tahu harus memulai darimana, terlalu berantakan....apakah aku harus benar-benar merobohkan pondokku?
aku teringat dia masih membawa kunci yang kuberikan padanya, dia berkata bahwa dia masih menyimpannya, kalau begitu aku tidak akan melakukan perubahan apapun pada ruangan ini, dia akan kembali dan aku ingin dia masih mengenali ruanganku ini, aku takut saat dia kembali dia tidak mengenali ruangan ini lagi
lalu aku pun menutup pintu ruanganku, aku yakin dia akan kembali, suatu saat akan kembali dan membuka pintu ruangan ini dengan kunci yang aku berikan...
aku hanya butuh udara segar...............

yang pergi....


“We each have a special something we can get only at a special time of our life. like a small flame. A careful, fortunate few cherish that flame, nurture it, hold it as a torch to light their way. But once that flame goes out, it’s gone forever.” (Sputnik Sweetheart_Haruki Murakami)
ini sudah 28 jam sejak dia pergi, memutuskan pergi....saya masih butuh plester lebih banyak dari yang saya bayangkan...ternyata goresannya lebih dalam.

ini sudah 28 jam lebih beberapa menit sejak dia memutuskan pergi, besok saya akan mencoba bangun, meski mungkin belum mampu melangkah, saya butuh perban untuk membebat luka....

ini sudah 28 jam lebih beberapa menit......

22 Agustus, 2012

rindu ini aku titip

pada angin, rindu ini aku titip pada angin malam

"untuk lelakiku, rebahlah dalam peluk bumi, dekaplah sunyi malam, lelaplah dalam buainya...dan aku akan bertemu dengan di ujung mimpi, lalu kita akan mencumbui waktu yang berjeda.."

untuk lelakiku, Jogja 22 Agustus 2012