16 Desember, 2012

langit yang merindu bumi

langit yang berjarak dengan bumi, 
seperti langit yang merindu bumi, maka hujan pun turun sebagai sapaan...dan rindu itu pun mengalir mengisi tanah retak...
 dan langit, hanya rindu pada bumi.....

untuk karang, 

26 November, 2012

mencemburui......kamu

seharusnya saya mencemburui waktu, atas kuasa dan arogansinya yang terus berputar dan meninggalkan saya tenggelam dalam lumpur kenangan
saya sudah berteriak, memohon pada waktu agar berhenti tapi liat yang ada hanya waktu yang congkak..

inginnya saya mencumbumu, tapi saya hanya mampu mencemburuimu....

23 November, 2012

belum selesai....

saya pernah berkata.....
"kamu adalah puisi yang belum selesai, saya akan mengumpulkan semua kata untuk merangkumnya menjadi dirimu yang utuh..menjadi sebuah puisi KAMU"

dan kita, belum selesai....
saya kehilangan KITA...aahh bukan saya tidak kehilangan KITA....hanya saja saya dan kamu berdiri disebuah koma...jadi setelah ada koma maka akan ada jeda-spasi itu yang disebut....

belum selesai,
saya tidak akan menaruh titik di akhir kalimat...sudah saya curi dari tanda baca dan saya buang....
meski titik datang lagi, toh saya bisa pindah ke paragraf selanjutnya...

jadi belum selesai...KITA masih belum selesai.....

12 November, 2012

untuk karang, untuk layang-layang

saya memilih untuk menjadi daun kering daripada harus berjarak denganmu
dan bagi saya lebih baik tenggelam dalam sunyi daripada harus bermimpi

untuk karang, apa kabarmu di samudra
saya melihat lagi ke langit, betapa tinggi layang-layang itu
tenang, sebentar lagi talinya akan kutarik dan kupegang sehingga saya bisa mendekap layang-layang itu

menjadi daun yang kering
tenggelam dalam sunyi

06 November, 2012

kepada karang

ingin rasanya menyapamu,
tak ada senja di langit sore ini, mungkin seperti katamu senja sudah habis, habis dicecap oleh mereka
bagi saya mungkin senja sudah habis dimakan rayap-rayap

hey karang, ingin sekali menyapamu
sekedar untuk bertanya apa kabarmu?